Pencurian Di Tangerang Pada Malam Natal

Terjadi pencurian Di Kompleks Perumahan Budi Indah, Batu Ceper, Kota Tangerang saat pemilik rumah pergi untuk merayakan ibadah Natal hari sening malam. Kerugian raja poker ditaksir hingga mencapai 1 miliar rupiah.

 

Pelaku pembobolan rumah itu masuk dengan cara merusak pintu depan rumah. Gerombolan tersebut mengambil brankas yang berisi sejumlah mata uang asing dan surat-surat berharga. Selain itu kendaraan korban juga turut diangkut pelaku. Selain itu pelaku juga mencuri rekaman CCTV yang dipasang di rumah untuk menghilangkan jejak.

 

Saat ini pelaku yang diprediksi lebih dari dua orang masih dalam perburuan pihak kepolisian Batu Ceper.

 

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kota AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, pemilik rumah pergi untuk merayakan Natal dan meninggalkan rumah sekitar pukul 1 siang dengan lampu teras dinyalakan tetapi tanpa menggembok gerbang pintu. Saat kembali ke rumah ternyata pintu rumah telah terbuka sementara mobil miliknya telah menghilang dari garasi.

 

Pemilik rumah pulang sekitar pukul 19.30 dan mendapati kondisi rumah sudah berantakan serta mobil Honda CRV B 163 miliknya telah raib.

 

Kerugian korban selain mobil adalah, laptop Apple, 4 lembar akta kelahiran, 4 paspor, 4 ijazah SD, SMP, SMA, S1, 100 gram perhiasan emas bernilai sekitar 50 juta rupiah, uang tunai senilai 60 juta rupiah, 1500 dolar Singapura, 13 ribu ringgit Malaysia, serta 15 ribu dolar Amerika.

 

Pelaku yang telah diketahui identitasnya oleh pihak kepolisian saat ini tengah dalam pencarian.

 

Tips agar rumah tetap aman saat ditinggal berlibur

Saat liburan Natal dan akhir tahun sebagian orang sering memanfaatkannya dengan mudik ke kampung halaman atau berlibur bersama keluarga. Untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan pencurian, aparat kepolisian telah menyiagakan Satgas Rumah Kosong atau Rumsong. Meskipun demikian sebagai pemilik kita juga harus turut berperan aktif menjaga harta berharga kita. Berikut ini adalah tipsnya.

 

Melapor ke RT/RW

Kombes Pol Martinus Sitompul, Kabag Penum Mabes Polri, mengatakan bahwa perumahan-perumahan kosong akan menjadi lokasi patrol dari anggota Polri baik yang berada di sekitar Polsek atau pun Polres. Masih menurut Martinus di Mabes Polri, masyarakat yang meninggalkan rumahnya untuk berlibur dapat menginformasikan kepada ketua RT/RW setempat atau bisa juga secara langsung pada pihak kepolisian pada pospol atau polsek untuk pendataan. Untuk mengamankan rumah-rumah kosong tersebut setiap Polres telah menyiagakan sekitar 50 hingga 75 personel

 

Memastikan rumah aman

Selain itu Martinus juga menghimbau kepada masyarakat agar tak lalai mematikan seluruh peralatan elektronik termasuk aliran air serta menitipkan barang berharga di tempat penitipan, sehingga rumah yang ditinggalkan bisa lebih aman. Kunci semua pintu dan jendela, dan bila perlu Anda bisa memasang pengaman rangkap pada bagian-bagian yang sering menjadi sasaran pencurian seperti lemari kamar tidur serta bagian belakang pintu.

 

Jangan pernah meletakkan kunci cadangan pada bagian bawah pot, keset, karpet, atau di tempat-tempat lain yang mudah dijangkau oleh orang asing. Pada gerbang depan sebaiknya jangan menggunakan gembok yang terlalu mencolok karena justru akan menarik perhatian mereka yang berniat jahat. Gembok yang tampak dari luar justru akan memberi tanda bahwa rumah dalam kondisi kosong.

 

Terakhir, hindari perilaku narsis pada media social, hindari memposting semua hal yang berhubungan dengan acara liburan Anda apalagi sampai menggunggah tiket pesawat atau detil lainnya. Ingatlah bahwa tak semua orang harus tahu apa yang akan Anda lakukan karena umumnya mereka tak akan peduli. Memposting informasi yang sifatnya pribadi ke medsos bisa memancing Anda menjadi korban kejahatan.

 

Tembak Mati Istri Karena ‘Perintah’, Dokter Helmi Terancam 20 Tahun Penjara

Kasus kematian dokter Letty Sultri di Klinik Azzahra Medical Centre, kawasan Cawang hari Kamis (9/11) sore memang membuat publik terhenyak. Tak lain karena Letty tewas karena enam kali tembakan senjata api oleh dokter Ryan Helmi yang juga suaminya pada pukul 14.30 WIB.Setelah menembak mati sang istri, Helmi langsung menyerahkan diri ke polisi bersama dua pucuk pistol jenis Revolver dan Makarov.

 

Dilansir Detik, pria yang pernah tercatat sebagai dokter spesialis kulit dan kecantikan itu menyerahkan dirinya sendiri ke kepolisian sambil menumpang ojek online usai membunuh Letty. Atas aksi kejamnya ini, Helmi pun terancam hukuman maksimal enam tahun penjara. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Helmi terjerat pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.

 

Salah satu saksi mata yang juga karyawati klinik dengan inisial F membenarkan kejadian mengerikan itu. Saat peristiwa terjadi, F hanya bisa bersembunyi di bawah meja ruang administrasi yang dikunci Letty. Helmi sendiri menembaki korban dari lubang kaca di ruangan itu. F sendiri kini mengalami trauma berat sehingga proses penyelidikan Togel hongkong harus melewati psikiater.

 

Dokter Helmi Sebut Istrinya Akan Reinkarnasi

 

Kepada pihak polisi, Helmi mengakui bahwa dirinya membunuh Letty karena bisikan misterius. Setelah melakukan tes urine, Helmi positif mengonsumsi benzodiazephine, sebuah obat psikoaktif untuk mengatasi gangguan psikologi seperti gangguan kecemasan (anxiaty disorder) dan insomnia. Dokter berusia 41 tahun itu juga mengaku mengonsumsi obat penenang Alganax sesuai resep dokter.

 

Dalam temu media di Mapolda Metro Jaya hari Jumat (10/11), Helmi jujur kepada wartawan mengenai alasan dirinya menembak Letty karena sebuah perintah, “Karena perintah. Jiwa Letty akan datang ke tubuh yang lain. Aku mau ngejar dia,” jelas pria yang sudah lima tahun menjadi suami Letty itu sambil terus menutupi wajahnya.

 

Alasan Helmi mengonsumsi obat penenang pun diungkapkan kepolisian karena dirinya merasa depresi dan stres lantaran Letty hendak menggugat cerai yang pada Sabtu (18/11) ini adalah puturan terakhir dari Pengadilan Agama. Namun kepolisian belum bisa memastikan apakah aksi penembakan yang dilakukan Helmi itu terpengaruh obat atau tidak.

 

Helmi Banyak Lakukan KDRT dan Sosok Pemalas

 

Selama penyelidikan, kepolisian pun menemukan ‘catatan hitam’ Helmi di mana dirinya pernah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Letty. Helmi juga dipecat dari Klinik Amalia karena kasus pemerkosaan karyawan yang tidak dilaporkan ke kepolisian. Keluarga besar Letty membongkar kalau tersangka sudah membawa kabur mobil Avanza milik korban.

 

Mereka pun menduga kalau Helmi menjual mobil itu demi membeli dua senjata api dengan total 45 juta rupiah. Dua tahun tak bekerja diakui Helmi karena dirinya sudah tak nyaman dengan profesinya sebagai dokter. Namun saudara Letty, Afifi Bahtiar, menyebut kalau Helmi adalah sosok pemalas. “Dia ternyata serabutan dan sering pindah kerja. Suaminya ini malas, kerjaannya di rumah terus dan yang bantuin kerja itu Letty. Mereka berdua tinggal di kontrakan.”

 

Sementara itu mengenai KDRT yang dialami Letty, adik dari korban yakni Maya Safira membenarkan kalau kakaknya selama hidup sering mengalami sejumlah luka karena perilaku kasar Helmi. “Kakak saya nelpon saya diam-diam, ngasih tahu kalau dia dipukul, ditarik mau dibakar. Saya sudah khawatir. Apalagi Helmi pernah mau mukulin ibu saya dan saya pikir dia ini udah nggak bener.”

 

Bantul Gempar, Wanita Tuna Wicara Tewas Dirampok dan Diperkosa

Hari Sabtu (18/11) pagi kemarin, warga Bantul mendadak gempar atas penemuan mayat seorang perempuan dalam kondisi janggal. Dalam penelusuran diketahui jika mayat itu adalah Utami Dwi Cahyo. Perempuan berusia 26 tahun itu tinggal di dusun Plawonan, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Semakin miris karena Utami adalah perempuan difabel di mana dia adalah tuna wicara dan rungu.

 

Mayat Utami ditemukan oleh kakaknya sendiri, Eka Rinangsih yang berkunjung ke rumah Utami pada pukul sembilan pagi. Sesampainya di rumah korban, Eka menyadari kondisinya sepi karena orangtua mereka tengah berjualan di pasar. Eka pun berusaha membuka pintu samping sisi timur yang ternyata semuanya terkunci. Setelah masuk lewat pintu depan, Eka mulai curiga karena kondisi rumah benar-benar sepi. Eka yang hendak mengajak Utami jalan-jalan inipun melihat pintu kamar korban terbuka setengah dan dia melihat tubuh Utami terlentang tanpa busana di depan lemari. Mengetahui tubuh korban sudah dingin, Eka langsung keluar dan meminta bantuan warga setempat.

 

Melihat kejanggalan dalam mayat Utami, Kapolsek Sedayu yakni Kompol Sugiarta menyebut kalau Utami adalah korban pemerkosaan dan penganiayaan. “Korban diduga diperkosa. Korban diduga dibunuh dengan cara dicekik karena ada bekas hitam di lehernya. Kemarin dalam aksinya, pelaku juga menjarah barang milik korban seperti TV flat 12 inch, uang empat juta rupiah dan kalung lima gram yang dipakai korban.”

 

Utami Adalah Sosok Pintar dan Rajin

 

Penemuan mayat Utami jelas membuat pihak keluarga bersedih. Mereka tak habis pikir kenapa pelaku tega melakukan hal biadab itu pada sosok perempuan yang serba kekurangan. Hanya bisa mengenang sosok korban semasa hidup, Eka sendiri menjelaskan kalau adiknya itu adalah sosok yang pintar dan kreatif kendati tidak bisa bicara dan mendengar. Sembari berkaca-kaca, Eka pun mengingat sosok Utami dan menceritakannya kepada Tribun News.

 

“Beberapa kali dia dapat beasiswa. Anaknya juga pintar meskipun punya kekurangan. Dia juga penurut dan tidak menyusahkan. Dia sangat rajin serta mau mau bekerja. Kalau tiap pagi biasanya dia akan menyapu halaman rumah sampai bersih,” cerita Eka. Meskipun terlahir dalam kondisi tidak sempurna, Utami menjalani hidupnya dengan cerita. Terbiasa mandiri sejak kecil, Utami rupanya memakai angkutan umum saat berangkat dan pulang dari sekolah.

 

Dari cerita Eka, terungkap kalau Utami kini memiliki kegiatan melipat kertas untuk dipakai sebagai wadah produk, “Kertasnya itu ngambil dari orang lalu dilipat kalau dia sedang nganggur. Upahnya selalu disimpan, sepertinya terkumpul sekitar empat juta rupiah. Tapi uang itu hilang saat kejadian adik saya meninggal. Dia itu anaknya nggak pernah menghambur-hamburkan uang dan tak pernah meminta uang kepada keluarga.”

 

Polisi Bantul Buru Pelaku Pembunuh Utami

 

Atas kasus kematian Utami, kini jajaran kepolisian Sedayu pun melakukan perburuan pelaku. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. Kejadian dewa poker tragis ini diduga terjadi Sabtu (18/11) pagi karena waktu kakak korban berkunjung jam sembilan, korban sudah tewas,” jelas Kompol Sugiarta.

 

Rasa sesak yang membuncah atas kematian putri mereka langsung membuat Suratijo benar-benar terpukul. Dalam keterangannya yang dilansir krjogja.com, Suratijo keluar dari rumah dan meninggalkan Utami pada pukul 05.30 pagi. “Saya sempat pamitan sama Denok (sebutan Utami) dan minta agar dia mengunci pintu. Pagi itu saya pergi ke pasar Gamping buat beli buah lalu saya jual keliling. Sejak dari lahir, Denok itu tuna rungu dan wicara. Kenapa pelaku tega berbuat seperti itu?” tanya Suratijo pilu.