Sarri Dan Silva Usai Laga Di Stamford Bridge; Tidak Masalah

Sarri Dan Silva Usai Laga Di Stamford Bridge; Tidak Masalah

Apa yang akan terjadi di dalam sebuah pertandingan sepak bola, sulit ditebak. Kadang, kedua klub termasuk manajernya masing-masing juga memiliki tensi yang tinggi. Apalagi jika pertandingan tersebut berjalan sangat sengit dan alami kebuntuan hingga berakhir dengan skor 0-0. Ini yang dialami oleh manajer Chelsea, Maurizio Sarri dan juga Everton, Marco Silva. Kedua manajer tegaskan tidak ada masalah usai apa yang terjadi di Stamford Bridge dengan adanya 7 kartu kuning.

Walau Imbang, Sarri Catat Rekor Baru

Persaingan di puncak klasemen Liga Primer sangat ketat dan sengit walaupun liga baru berjalan 12pertandingan. Chelsea juga terus merangsek naik ingin menggeser dua klub teratas, Manchester City dan Liverpool. Sayangnya, The Blues tidak mengalami nasib manis seperti dua klub teratas tersebut dimana masing-masing tuai kemenangan. Manchester City berhasil taklukan The Red Devils dengan skor 3-1 sedangkan Liverpool juga tak kalah hebat, Fulham ditaklukan dengan skor 2 – 0.

Sayangnya, bagi Chelsea, jalan itu belum mulus. Di pertandingan terakhirnya, mereka ditahan imbang oleh Everton yang saat ini berada di posisi ke 9 klasemen sementara. Tapi, ternyata masalah yang terjadi di pertandingan tersebut dengan hadirnya 7 kartu kuning dimana 5 diantaranya terjadi di babak pertama, membuat kedua manajer berseteru karena klub mereka masing-masing tidak terlalu baik di awal pertandingan. Walaupun mereka juga akui perbaikan telah dilakukan di babak kedua.

Di babak pertama agen domino , tampak kedua klub tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya. 5 kartu kuning melayang. Kedua manajer juga tampak berseteru. Ternyata kondisi ini menjadi perhatian media olahraga. Apalagi, kondisi semakin memuncak ketika The Blues kembali ke puncak Liga Primer, tapi hanya beberapa jam saja,  dan hasil kemenangan City dan Liverpool menggeser mereka ke posisi ketiga.

Sarri boleh saja menyesal di pertandingan itu karena tidak mampu melumpuhkan Everton, tapi  dia telah mencatatkan rekor sejarah baru dengan 12 pertandingan tak terkalahkan di Liga Primer melewati rekor tak terkalahkan Frank Clark dengan Nottingham Forest dari Agustus hingga Oktober 1994 yang hanya berlangsung 11 pertandingan saja. Ini adalah prestasi yang menggembirakan.

Tidak Ada Masalah

Kedua manajer terlibat dalam petarungan emosi saat menyaksikan kebuntuan jalannya pertandingan. Apalagi, babak pertama bisa dianggap sangat buruk dengan keluarnya 5 kartu kuning. “Tidak, saya pikir itu adalah diskusi normal di lapangan,” kata Sarri ketika ditanya tentang insiden itu. Dia melanjutkan; “Di akhir pertandingan, tidak ada masalah antara aku dan Marco.”

Begitu juga dengan bos Everton Silva, saat ia ditanya tentang apa yang dia katakan saat pertandingan berlangsung, dia menjawab: “Hal-hal normal. Para pemain sedang bermain dan Anda bermain di luar juga. Ada rasa hormat yang besar di antara kami. Dia pelatih yang hebat, tapi dia ingin menang. Saya juga menginginkan hal yang sama. Itu normal. Pada akhirnya, kami berbicara dan semuanya baik-baik saja.”

Tapi, bagi Sarri dan Chelse, ada prestasi lain. Chelsea memang masih gagal dalam upaya mereka untuk pindah ke puncak klasemen Liga Inggris menjelang derbi Manchester, tetapi hasilnya menunjukkan Sarri telah menjadi manajer pertama dalam sejarah Liga Primer yang dapat menghindari kekalahan dalam 12 pertandingan pertamanya. Ini menakjubkan. Pelatih asal Italia tersebut juga mengakui bahwa dia senang untuk mencapai rekor tersebut. “Saya sangat, sangat bangga tentang itu,” tambahnya.

Indonesia Ajak Yordania untuk Diplomasi Tentang Palestina

Indonesia memperkuat diplomasi perjuangan kemerdekaan untuk Palestina dengan menggandeng negara Yordania. Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Luar Negeri bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi. Mereka bertemu di kantor Kementerian Luar Negeri Yordania yang ada di Amman, tepatnya pada hari Jumat, 11 Desember 2017. Pertemuan yang mana dilakukan menjelang konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI mengenai Yerusalem akan digelar di Istanbul, Turki, esok Rabu, 13 Desember 2017.

Ajak Perkuat Diplomasi

Retno mengatakan pada Menlu Yordania, “Pernyataan unilateral dari Amerika Serikat tentang status Yerusalem tak akan bisa mengubah komitmen kuat diplomasi Indonesia yang mana ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina.” Menurut rilis kementerian luar negeri Indonesia, pertemuan tersebut adalah rangkaian perjuangan domino qiu qiu diplomasi Indonesia untuk Palestina.

Pertemuan tersebut membahas persiapan KTT Luar Biasa OKI, dan hal kedua yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Menlu juga berkoordinasi tentang langkah diplomatis dalam hal memperjuangkan status Yerusalem dan juga kemerdekaan Palestina.

Hal ini pasalnya sangat penting untuk dilakukan dengan Yordania. Mengapa? Karena Raja Yordania adalah Pelayan Situs Suci yang ada di Yerusalem yang mana memiliki peran sangat besar yakni pelinding terhadap situs suci Yerusalem. Ia juga mewakili kepentingan situs suci yang ada di Yerusalem di mata dunia internasional serta mengatur badan wakaf yang ada di Yerusalem juga.

Retno Tegaskan Sikap Tegas Indonesia

Di dalam pertemuan itu, Menlu Indonesia menegaskan bahwa Presiden Jokowi yang mengecam keras langkah dari Trump tentang unilateral AS yang mana mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Retno pun mengajak masyarakat internasional untuk bisa berpegang pada keputusan ‘status quo’ yang sudah ditetapkan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) tentang soal status Yerusalem saat ini.

Retno pun mengatakan, “Kita semua mempunyai tanggung jawab moral untuk bisa menghentikan ketidakadilan yang saat ini tengah dihadapi oleh rakyat Palestina.” Menlu juga mengajak Yordania untuk bisa memperkuat perjuangan diplomasi baik secara multilateral ataupun secara bilateral. Terutama untuk bisa mencegah negara-negara lainnya untuk mengikuti dan menyetujui langkah AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel atau memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Retno pun juga meminta dengan sangat pada Yordania meyakinkan negara-negara yang mana belum mengakui Palestina untuk bisa melakukannya. Menlu RI itu juga menegaskan sekali lagi bahwa dukungan pada Palestina harus ditunjukkan pula tidak hanya secara politis akan tetapi secara konkrit juga dengan meningkatkan bantuan ekonomi, peningkatan kapasitas dan juga bantuan kemanusiaan.

Dan terkait dengan persiapan KTT Luar Biasa OKI tentang Palestina, Menlu RI ini juga menyampaikan kehadiran Presiden Jokowi menunjukkan pentingnya isu Palestina tak hanya bagi masyarakat Indonesia namun juga memperlihatkan adanya komitmen Indonesia untuk bisa mendukung kemerdekaan Palestina.

“Tak aka nada perdamaian yang adil dan juga hakiki di Timur Tengah sebelum adanya kemerdekaan Palestina,” ungkapnya. Menurut dirinya juga harapan masyarakat di negara-negara OKI amat sangat besar pada hasil KTT Luar Biasa OKI. Oleh sebab itu, KTT OKI mesti bisa membulatkan suara dan juga mempersatukan negara-negara OKI guna membela Palestina.

Dalam kaitannya ini, menurut Menlu RI itu, KTT OKI harus bisa menghasilkan pesan yang sangat kuat, optimal dan juga bisa diimplementasikan berkaitan dengan penolakan negara-negara OKI pada langkah yang diambil oleh Amerika Serikat beberapa hari lalu.

Ini Alasannya Kahiyang Ayu Diberikan Nama Marga

Beberapa hari ini perhatian masyarakat Indonesia kembali tersedot saat putri tunggal presiden Jokowi melaksanakan pesta adat pernikahannya dengan adat Batak, termasuk upacara tradisional untuk menyematkan marga kepada Kahiyang Ayu. Menurut  H. Pandapotan Nasution SH yang  memiliki gelar Patuan  Kumala Pandapotan, salah satu alasan pemberian marga kepada Kahiyang ini karena mempelai wanita adalah seorang Putri Solo yang tak mengenal marga togel hongkong dalam adat Jawa.  Ini sebagaimana yang dikutip dari Buku Saku Perkawinan Bobby – Kahiyang Ayu yang ditulisnya.

 

Masih menurut  Pandapotan, salah satu acara penting dalam pernikahan adat pada tradisi Mandailing adalah bila seorang pengantin wanita belum memiliki marga maka ia harus diberikan marga, selain memang ada beberapa alasan adat lainnya mengapa upacara ini harus dilaksanakan. Selain merupakan pernikahan  antar etnik, pemberikan marga juga bertujuan untuk menjelaskan keturunan, tindakan penghormatan, pengabdian, serta jasa.

 

Untuk itu Kahiyang Ayu diberikan nama marga Siregar karena inilah marga Ibunda Bobby yang merupakan namboru Kahiyang atau ibu mertua. Jadi proses pemberian nama ini juga untuk menjelaskan kedudukan Kahiyang dalam lembaga adat Dalian Na Tolu dan martutur. Inilah  mengapa upacara pemberian marga ini digelar di rumah Doli Sinomba Siregar yang merupakan tulang atau paman dari Ibunda Bobby. Pandapotan menjelaskan bahwa inti dari acara ini adalah pihak keluarga inti Bobby meminta kepada  keluarga besar pihak Ibunda Bobby yang bermarga Siregar untuk berkenan memberikan marga tersebut kepada istrinya.

 

Setelah menggelar acara siding adat di Medan Sumatera Utara, Kahiyang Ayu pun resmi memiliki marga Boru Siregar dan didaulat untuk menari tor-tor. Tarian tersebut mempunyai arti penanda selesainya acara pemberian marga atau penabalan marga untuk dirinya. Dengan menyandang nama tersebut kelak Kahiyang juga berhak turut mengambil bagian pada acara-acara adat. Pada sidang yang berlangsung selama sekitar 2 jam tersebut menyetujui bahwa Kahiyang Ayu telah menjadi bagian dari silsilah Siregar asal Parupuk Padang Bolak. Keputusan sidang tersebut dikuatkan dengan pemberian surat sertifikat yang ditandatangani oleh  ketua majelis adat penabalan marga bergelar Raja Panusunan Bulung dengan saksi-saksi  para sesepuh marga dari kawasan Tapanuli bagian selatan ini.

 

Makna penyembelihan kerbau pada pesta adat Mandailing

Dalam rangkaian acara pernikahan secara adat antara Kahiyang Ayu dan Bobby  Nasution di Medan, sebanyak 19 ekor kerbau turut dipotong sebagai bagian dari tradisi. Makna dari tradisi ini adalah tanda kasih baik dari perorangan atau kelompok  yang telah menjadi kebiasaan masyarakat adat  bila ada warganya yang menggelar hajatan.

 

Penyembelihan tersebut diadakan di lapangan dekat kediaman keluarga mempelai pria di Bukit Hijau Regency sambil disaksikan para tetua adat termasuk cukup menarik perhatian masyarakat. Ternyata cara penyembelihan hewan ini pun tak boleh dilakukan sembarangan. Kerbau adalah hewan korban yang merupakan penanda akan diselenggarakan pesta adat besar dengan tamu lebih  dari 100 raja di Tapanuli Selatan. Seusai  disembelih daging kerbau tersebut akan diolah serta disajikan sebagai hidangan dalam rangkaian ritual adat.

 

Kemeriahan pesta adat tersebut benar-benar terasa di kediaman keluarga besar Bobby Nasution termasuk penyambutan kedatangan rombongan tamu dengan alat music khas Mandailing yang disebut gordang sambilan. Turut terlibat pula Menko Perekonomian Darmin Nasution sebagai tuan rumah atau suhut. Pada posisinya tersebut Darmin turut bergabung menabung gordang sambilan tersebut. Selain itu para raja kawasan Tapanuli Selatan serta tetua adat juga turut memberikan sambutan dengan bahasa daerah Mandailing.