Synopsis dan Reviewfilm Little Woman

Film yang diadaptasi dari novel klasik memang selalu menarik untuk disaksikan, termasuk Little Woman karya Louisa May Alcott, besutan sutradara Greta Gerwig.Novel tersebut memang telah berulangkali dibuat dalam format layar lebar serta serial televisi, tetapi karya Gerwig ini cukup menarik untuk diulas.Novel dengan tema feminism ini mengangkat cerita tentang kehidupan para wanita di abad ke-18, termasuk cita-cita dan ambisi mereka.Inilah reviewnya.

Synopsis singkat film Little Woman

Film ini dibuka dengan kehidupan 4 kakak beradik March, yaitu Jo, Meg, Amy, dan Beth yang hanya tinggal bersama ibu mereka Marmee di rumah sederhana. Sementara sang Ayah tengah ditugaskan untuk berperang oleh negara. Kakak beradik yang sangat mencintai kesenian itu kemudian membentuk club teater dan saling mendukung untuk melakukan minat mereka sendiri-sendiri togel sdy.

Jo ingin menjadi penulis yang dapat menghasilkan uang untuk keluarga mereka, Meg bercita-cita berkarier di bidang acting, Amy berniat melukis sebagai profesinya, sementara Beth adalah pianis yang handal.

Keluarga March akhirnya akrab dengan Laurie, seorang anak yatim piatu namun memiliki kakek yang kaya-raya. Lama-kelamaan Laurie jatuh cinta kepada Jo yang cantik tetapi tomboy dan mementingkan kegemaran menulisnya.Jo bahkan menilai rendah pernikahan dan percaya wanita tak bisa meraih kesuksesan walaupun tanpa menikah.

Seiring berjalannya waktu mereka pun tumbuh dewasa hingga Meg akhirnya dipersunting oleh John Brooke, seorang guru yang pernah mengajar Laurie secara privat.Jo yang ingin saudara-saudaranya berambisi besar seperti dirinya lalu membujuk Meg untuk membatalkan pernikahannya serta mengejar cita-citanya untuk berakting.Namun Meg menolak, dia jatuh cinta dan mimpi terbesarnya telah berubah yaitu ingin bersama John selamanya.

Selain Meg, masing-masing putri keluarga March ternyata juga menghadapi tantangan untuk mewujudkan mimpi kecil mereka. Mulai muncul keraguan-keraguan besar yang tampaknya akan menghampus mimpi mereka menjadi sebatas khayal saja. Amy yang juga mempunyai kekasih, seorang pria mapan dan siap meminangnya, tak lama lagi akan bernasib seperti Meg, menjadi ibu rumah tangga saja. Pernikahan Meg seolah menjadi titik perubahan besar bagi tiap orang dalam keluarga March.

Sementara Beth terpaksa harus beristirahat total karena diketahui mengidap penyakit serius, sehingga tinggal Jo sendirian. Sembari berjuang mengejar mimpinya, Jo harus berjuang melawan kesepian tanpa ditemani saudari-saudarinya yang juga sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing.Dapatkah anak-anak keluarga March menemukan kebahagiannya?

Review film Little Woman

Greta Gerwig memberikan sentuhan khas dirinya pada versi Little Woman yang satu ini dengan teknik pengambilang gambar serta editing yang eksklusif dan berkelas. Inilah yang membedakannya dengan versi lain kisah Little Woman.Selain Greta juga merancang sendiri scenario film ini tanpa terlalu banyak modifikasi sehingga terlihat sebagaimana cerita novelnya.

Selain itu kualitas film ini juga didukung oleh unsur-unsur lain seperti kostum, set lokasi, hingga casting yang begitu memukau. Para sineas bekerja keras untuk menghadirkan atmosfer abad ke 18 sebaik mungkin sehingga membuat penonton terbawa.

Acting para bintangnya pun terbilang sangat memuaskan, terutama 3 tokoh utama yang menjadi kunci cerita, yaitu Florence Pugh, Saoirse Ronan, dan Timothee Chalamet.Ketiga actor muda tersebut seolah menjelma sebagai karakter pada film Little Woman yang begitu nyata.Tak diragukan lagi alasannya hingga Saoirse Ronan serta Florence Pugh hingga berhasil menjadi salah satu nominasi Piala Oscar pada kategori Aktris terbaik serta Aktris Pendukung Terbaik pada film ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *