Rumah Warga Palestina yang Lakukan Penembakan dihancurkan Israel

Pasukan Israel diberitakan menghancurkan rumah salah seorang warga Palestina yang diduga telah melakukan penembakan di bulan Desember lalu bernama Salah Barghoutti. “Kami menghancurkan apartemen tempat Salah Barghoutti tinggal,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

Rumah Salah Barghoutti dihancurkan Israel

Tentara Israel mengatakan bahwa operasi penghancuran tersebut dilakukan di sebuah desa yang ada di Kobar. Desa itu berada di utara Kota Ramallah. Sebelumnya kepolisian perbatasan juga telah membakar rumah saudara Barghoutti, yang bernama Assam, di desa yang sama juga pada tanggal 7 Maret.

Barghoutti sendiri diduga melakukan penembakan di Kota Ofra, Tepi Barat, yang mana melukai 7 orang di bulan Desember lalu. Kelompok penguasa bandar togel hongkong jalur Gaza yakni Hamas, akhirnya mengklaim bahwa Barghoutti adalah salah satu “pejuang” mereka.

Israel sendiri pasalnya memang cukup sering membakar rumah orang Palestina yang melakukan serangan pada warganya. Menurut Israel juga, penghancuran rumah tersebut diperlukan sebagai sebuah gertakan supaya tidak terjadi lagi insiden serupa.

Akan tetapi, sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manuasi menganggap bahwa penghancuran tersebut tidak lah adil karena keluarga tersangka ikut terdampak perbuatan saudaranya.

Israel Pernah Tembah 3 Warga Jalur Gaza yang dituduh Menerobos

Tindakan yang dianggap melanggar HAM yang dilakukan oleh Israel juga pernah dilakukannya sebelumnya. Pada bulan Maret lalu, pasukan Israel diberitakan menembak 3 orang warga Palestina yang dituduh berusaha menerobos lewat Jalur Gaza.

Militer Israel sendiri menuturkan bahwa penjaga perbatasan melihat 3 warga Palestina melintasi pagar keamanan dan juga menyusup. Ketiga warga Palestina itu juga dilaporkan membawa senjata tajam. “Sebagai tanggapan, pasukan (Israel) menembaki para tersangka. Pisau ditemukan di tangan mereka,” kata militer Israel.

Dikutip dari CNN Indonesia, jubir militer Israel mengatakan bahwa ketiga warga Palestina tersebut sudah dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan. Namun pada saat itu, baik Israel maupun Palestina tidak mengungkapkan identitas ketiga orang itu.

Insiden itu adalah insiden bentrok antara warga Palestina dan juga apparat keamanan Israel yang ada di perbatasan, khususnya jalur Gaza semenjak demokrasi rutin besar-besaran yang mana berlangsung di perbatasan tersebut sejak bulan Maret 2018 yang lalu.

Demo warga Palestina sendiri yang menuntut hak mereka terhadap tanah-tanah yang sudah diduduki oleh Isreal (Great March of Return) tersebut tidak jarang berujung pada kekerasan lagi.

Menurut data, ada sekitar 263 warga Palestina yang tewas di tangan para tantara Israel semenjak demo bergulir. Sedangkan, 2 tentara Israel tewas juga dalam periode yang sama pula. Diberitakan juga, seorang warga Palestina, Mohammed Adwan, tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel yang ada di Qalandiya, yang ada di dekat Yerusalem.

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengatakan bahwa selain Adwan, masih ada 3 warganya yang juga ikut terluka dalam insiden bentrokan tersebut.

Warga sekitar pasalnya mengatakan bahwa tantara Israel tiba di daerah Qalandiya untuk melakukan operasi penangkapan.

Situasinya makin memanas saat seorang pemuda dengan sengaja melmparkan batu ke arah personel-personel tantara itu.

Tidak hanya Israel yang melakukan penyerangan, Palestina juga melakukan penyerangan dengan roket dari Jalur Gaza yang terjadi pada akhir bulan Maret lalu. Penyerangan roket tersebut terjadi di tengah malam dengan adanya situasi gencatan senjata yang terjadi antara Hamas dan juga Israel, setelah mereka saling serang. Hal ini malah diperparah dengan penghancuran rumah warga Palestina tadi.