Besiktas Ingin Kontrak Permanen Loris Karius

Besiktas Ingin Kontrak Permanen Loris Karius

Status pemain pinjaman adalah hal lazim dalam dunia sepakbola. Pinjaman ini bergantung pada kesepakatan kedua belah tim. Pihak Liverpool, sebelumnya telah meminjamkan kipper Loris Karius pada Besiktas, klub raksasa di Turki. Walaupun berstatus pinjaman, sang penjaga gawang bermain sangat apik hingga menarik perhatian sang presiden Besiktas, Fikret Orman.

Status Pinjaman Selama Dua Tahun

Sebelumnya, pihak Liverpool mengkonfirmasi jika Loris Karius telah bergabung Besiktas dengan status sebagai pemain pinjaman selama dua tahun.  Pemain berusia 25 tahun itu ditunjuk di bangku cadangan untuk pertandingan pembukaan Liga Premier Liverpool musim ini melawan West Ham, tetapi ia berada di luar tim ketika Liverpool berhadapan dengan Crystal Palace dan Brighton.

Hari berikutnya, Besiktas juga memberikan keterangan  untuk mengkonfirmasi kedatangan penjaga Liverpool di halaman Twitter mereka. Besiktas sepertinya tidak mau menyia-nyiakan Loris Karius, terbukti dengan proses pinjaman yang lancer dan cepat. Apalagi, Besiktas juga sedang membutuhkan kiper dengan kemampuan di atas rata-rata untuk mengamankan gelar yang diburunya.

Ya, klub Turki tersebut telah memulai kampanye Super Lig dengan langkah yang bagus. Pengalaman dan kemampuan Karius juga mumpuni untuk memberikan dukungan yang maksimal bagi pertahanan Besiktas. Karius tercatat sudah melakukan lebih dari 49 penampilan untuk The Reds setelah bergabung dari Mainz pada 2016. Ini adalah angka yang besar. Sehingga Besiktas juga tidak meragukannya.

33 penampilannya, ia lakukan musim lalu, di mana di musim itu juga ia mendapat kecaman karena penampilannya di final Liga Champions dengan melakukan dua kesalahan yang menyebabkan terjadinya gol dalam pertandingan melawan Real Madrid, dengan skor 3-1 untuk Real Madrid. Dia menangis di peluit akhir dan The Reds memutuskan untuk menandatangani Alisson Roma, seorang kipper asal Brasil dengan nilai transfer mencapai rekor dunia, yakni sebesar 67 juta euro.

Besiktas Menaruh Harapan Pada Karius

Penjaga gawang asal Jerman itu telah bergabung dengan klub Turki dengan status pinjaman selama dua tahun, selama musim panas. Menariknya, dia telah membuat langkah awal yang bisa dikatakan bersinar untuk kategori lingkungan baru. Maksudnya, dia tidak perlu adaptasi terlalu lama untuk menunjukkan kemampuannya. Dia membuktikan bahwa dirinya memang memiliki skill yang mumpuni.

Ada yang beranggapan bahwa Karius akan diambil kembali oleh Liverpool dan ada juga laporan agen poker indonesia bahwa sang pemain akan dijual. Menanggapi hal tersebut, presiden Besiktas, Orman menertawakan isu-isu tersebut dan sebagai gantinya ia justru mengungkapkan harapannya untuk bisa menandatangani Karius, bahkan untuk selamanya. Tapi, ini masih sebatas harapan, belum bisa dipastikan realisasinya.

Dia mengatakan kepada outlet Turki Harberle: “Karius adalah penjaga yang sangat baik, Insya Allah kami akan menandatanganinya secara permanen. Cerita-cerita (isu-isu)ini benar-benar tidak masuk akal.” Dia melanjutkan; “Beri Karius beberapa waktu yang kukatakan. Karius punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan tapi beri dia waktu.” Orman sangat yakin jika Karius memiliki potensi yang dibutuhkan Besiktas saat ini dan di masa depannya. Tapi ini masih belum pasti.

Seperti disebut di atas, Karius digantikan oleh Alisson Becker yang bergabung dari Roma dengan nilai transfer mencapai £ 67 juta. Walaupun hal itu dilakukan Liverpool karena kesalahan besar yang dilakukan Karius, Besiktas tetap berharap untuk menandatangani kiper Liverpool Loris Karius dengan

status permanen, bukan pinjaman lagi. Bukan tidak mungkin jika Karius memang telah meningkat banyak sehingga sang presiden, Orman juga mengharapkan hal demikian.

Sarri Dan Silva Usai Laga Di Stamford Bridge; Tidak Masalah

Sarri Dan Silva Usai Laga Di Stamford Bridge; Tidak Masalah

Apa yang akan terjadi di dalam sebuah pertandingan sepak bola, sulit ditebak. Kadang, kedua klub termasuk manajernya masing-masing juga memiliki tensi yang tinggi. Apalagi jika pertandingan tersebut berjalan sangat sengit dan alami kebuntuan hingga berakhir dengan skor 0-0. Ini yang dialami oleh manajer Chelsea, Maurizio Sarri dan juga Everton, Marco Silva. Kedua manajer tegaskan tidak ada masalah usai apa yang terjadi di Stamford Bridge dengan adanya 7 kartu kuning.

Walau Imbang, Sarri Catat Rekor Baru

Persaingan di puncak klasemen Liga Primer sangat ketat dan sengit walaupun liga baru berjalan 12pertandingan. Chelsea juga terus merangsek naik ingin menggeser dua klub teratas, Manchester City dan Liverpool. Sayangnya, The Blues tidak mengalami nasib manis seperti dua klub teratas tersebut dimana masing-masing tuai kemenangan. Manchester City berhasil taklukan The Red Devils dengan skor 3-1 sedangkan Liverpool juga tak kalah hebat, Fulham ditaklukan dengan skor 2 – 0.

Sayangnya, bagi Chelsea, jalan itu belum mulus. Di pertandingan terakhirnya, mereka ditahan imbang oleh Everton yang saat ini berada di posisi ke 9 klasemen sementara. Tapi, ternyata masalah yang terjadi di pertandingan tersebut dengan hadirnya 7 kartu kuning dimana 5 diantaranya terjadi di babak pertama, membuat kedua manajer berseteru karena klub mereka masing-masing tidak terlalu baik di awal pertandingan. Walaupun mereka juga akui perbaikan telah dilakukan di babak kedua.

Di babak pertama agen domino , tampak kedua klub tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya. 5 kartu kuning melayang. Kedua manajer juga tampak berseteru. Ternyata kondisi ini menjadi perhatian media olahraga. Apalagi, kondisi semakin memuncak ketika The Blues kembali ke puncak Liga Primer, tapi hanya beberapa jam saja,  dan hasil kemenangan City dan Liverpool menggeser mereka ke posisi ketiga.

Sarri boleh saja menyesal di pertandingan itu karena tidak mampu melumpuhkan Everton, tapi  dia telah mencatatkan rekor sejarah baru dengan 12 pertandingan tak terkalahkan di Liga Primer melewati rekor tak terkalahkan Frank Clark dengan Nottingham Forest dari Agustus hingga Oktober 1994 yang hanya berlangsung 11 pertandingan saja. Ini adalah prestasi yang menggembirakan.

Tidak Ada Masalah

Kedua manajer terlibat dalam petarungan emosi saat menyaksikan kebuntuan jalannya pertandingan. Apalagi, babak pertama bisa dianggap sangat buruk dengan keluarnya 5 kartu kuning. “Tidak, saya pikir itu adalah diskusi normal di lapangan,” kata Sarri ketika ditanya tentang insiden itu. Dia melanjutkan; “Di akhir pertandingan, tidak ada masalah antara aku dan Marco.”

Begitu juga dengan bos Everton Silva, saat ia ditanya tentang apa yang dia katakan saat pertandingan berlangsung, dia menjawab: “Hal-hal normal. Para pemain sedang bermain dan Anda bermain di luar juga. Ada rasa hormat yang besar di antara kami. Dia pelatih yang hebat, tapi dia ingin menang. Saya juga menginginkan hal yang sama. Itu normal. Pada akhirnya, kami berbicara dan semuanya baik-baik saja.”

Tapi, bagi Sarri dan Chelse, ada prestasi lain. Chelsea memang masih gagal dalam upaya mereka untuk pindah ke puncak klasemen Liga Inggris menjelang derbi Manchester, tetapi hasilnya menunjukkan Sarri telah menjadi manajer pertama dalam sejarah Liga Primer yang dapat menghindari kekalahan dalam 12 pertandingan pertamanya. Ini menakjubkan. Pelatih asal Italia tersebut juga mengakui bahwa dia senang untuk mencapai rekor tersebut. “Saya sangat, sangat bangga tentang itu,” tambahnya.