Bahas IA-CEPA, Dubes Australia Menemui JK

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada hari Senin (28/5) lalu. kabarnya kedua petinggi negara itu membahas soal perkembangan perundingan kerja sama perdagangan Indonesia-Australia atau IA Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA.

Masih Teruskan Perundingan Kesepakatan

Quinlan sendiri mengatakan bahwa tim negosiasi sekarang ini masih juga terus melakukan perundingan, sebelum kedua negara ini menyepakati perjanjian pada bulan November mendatang. “Kami perlu menanggulangi tantangan dalam berunding sekarang ini dan kami juga berharap bisa menyelesaikannya tahun ini,” kata Quinlan di Kantor Wakil Presiden yang bertempat di Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

IA-CEPA ini sendiri merupakan sebuah kesepakatan dagang yakni antara Indonesia dan Australia. Dengan kata lain perdagangan kedua negara bakal meningkat melalui perjanjian tersebut. menurut Quinlan sendiri, JK pada dasarnya tertarik mengawasi langsung perundingan kerja sama itu karena melibatkan banyak sekali hal yang penting. Sekarang ini pihaknya sedang bertukar draf dan juga catatan supaya hasil perjanjian tersebut bisa makin baik.

“Tentu kami mencari apa yang bisa dilakukan untuk membuat kedua negara semakin baik memfinalisasikan kesepakatan tersebut beberapa bulan ke depannya,” ungkap Quinlan.

Pihaknya juga membahas prioritas program pemerintahan Jokowi-JK, dan salah satunya termasuk percepatan penanggulangan kemiskinan. Pembahasan ini ia nilai sangat penting karena Indonesia-Australia yang mana secara geografis letaknya sangat berdekatan.

“Oleh sebab itu, dua negara seperti kita ini yang sangat dekat secara fisik dan bilateral mesti bisa berbuat lebih baik lagi untuk saling menjaga dunia ini,” ungkapnya lagi dengan mantap.

Dalam kesepakatan yang sama, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi, berkata bahwa sekarang ini kedua negara masih mematangkan perundingannya di antaranya soal impor daging sapi, aktivitas pendidikan, teknologi, sampai pertambangan.

“Ya masih ada beberapa yang mesti dirundingkan tentang daging sapi berapa jumlah yang diperbolehkan, juga misalnya kalau kita bangun mobil hi-tech agar dia bisa bantu kita jual di Australia,”ujar Sofjan.

Ia juga sangat optimis pembahasan perundingan kerja sama tersebut bisa rampung tepat waktu. Setelah proses penyusunan draf tersebut selesai, maka kedua pihak pasalnya tinggal membuat perjanjian untuk bisa ditandatangani. “Saya pikir sudah hampir selesai, sebulan ini bisa selesai. Tim agen togel hk kita baru saja pulang minggu lalu dan sudah lapor dan nantinya diputuskan oleh wapres komprominya di mana,” katanya.

Paling Cepat Rampung Agustus

Sebelumnya, pada bulan April 2018 lalu, Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan bahwa perundingan IA-CEPA ini masih menghadapi sedikit kendala. “Namun itu akan segera diselesaikan. Akan selesai ya paling lambat Agustus nanti,” ungkapnya waktu itu di Istana Kepresidenan.

Ia juga menuturkan bahwa salah satu pembahasan yang mana belum juga disepakati adalah berkaitan dengan sektor barang dan jasa. Akan tetapi ia waktu itu masih enggan menyampaikan detailnya lebih rinci.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan prinsip-prinsip kerja sama yang mesti dipenuhi dalam IA-CEPA di mana mesti menguntungkan kedua pihak. ia juga menekankan bahwa perjanjian ini bukanlah hanya proyek komersial saja. “Ini bukan hanya proyek komersial, namun juga kerja sama dan koorperatif,” katanya menegaskan.

Australia adalah salah satu mitra dagang strategis Indonesia. dan total perdagangan dengan negara itu pada tahun 2016 kemarin mencapai US$8.45 milyar. Nilai ekspornya Indonesia ke Australia nilainya mencapai US$3,19 milyar dan nilai impornya sendiri mencapai US$5,26 milyar.