Pemprov Jatim Uji Coba ‘Tentara Lalat Hitam’ Guna Atasi Sampah

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk mencoba inovasi penggunaan belatung atau Black Soldier Fly (BSF) atau juga biasa dikenal dengan tentara lalat hitam guna menangani masalah sampah. Saifullah Yusuf, atau yang sering disapa dengan Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur, mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk mengatasi masalah sampah, hal itu pun diproyeksikan bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomis.

Memanfaatkan Larva BSF

“Kita semua sering sekali tanpa sadar membuat sampah. Sehingga, membuat lingkungan kita sangat tidak sehat,” ujarnya di sela-sela pertemuan dengan LSM, Forward, yang diselenggarakan di Surbaya, pada hari Kamis, 14 Desember 2017, minggu lalu. untuk saat ini, Jawa Timur tercatat memproduksi tidak kurang dari 400 juta ton sampah dengan kisaran 170 juta yang terdeteksi per tahunnya. Dan sekitar 20 juta di antaranya, berasal dari limbah industri.

Penggunaan belatung BSFL ini menurut Gus Ipul digunakan sebagai teknologi yang mana sangat dan paling sesuai dengan jenis sampah rumah tangga dan juga sampah pasar. Belatung bisa mengurai 80% sampah organik.

Larva BSF ini akan memakan sampah organik, yakni sayur, buah dan sisa makanan serta yang lainnya dengan reduksi sampah kurang lebih 80%. ‘Tentara Lalat Hitam’ yang mana merupakan species asli dari Indonesia bukanlah golongan hama atau vector dari penyakir sehingga mereka memiliki kandungan protein yang sangat tinggi untuk pakan hewan ternak dan ikan.

Surabaya Produksi Limbah 2000 Per Harinya

“Teknologi konversi BSF yang ada di Puspa Agro sudah mendapatkan perhatian dari macam-macam pemerintah kota dan juga swasta dari seluruh Indonesia. nah, Surabaya bisa menjadi salah satu contoh karena per harinya memproduksi kurang lebih 2.000 ton sampah,” ungkap Wawan, Koordinator Forward, di kesempatan yang sama juga.

BSF (Black Soldier Fly) hidup lebih lama di tempat sampah jadi mereka bisa lebih banyak lagi menghabiskan sampah. Kemampuannya untuk mengonversi sampah dalam sehari mencapai 2 kali lipat dari bobot badannya.

Sebagai ilustrasinya, apabila kalian memproduksi 1 kg sampah, maka BSF bisa menghabiskan sampai 2 kg sampah atau kira-kira 60kg sampah perbulannya. Gus Ipul pun meminta data supaya bisa memudahkan simulasi pengolahan sampah ini pada 39 juta penduduk dan juga ia berencana akan menggelar jamboree guna menggalang kepedulian masyarakat Jatim.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Bicara soal sampah, nampaknya Pemprov lain juga ingin menindak serius masalah tersebut. pemprov DKI misalnya, berencana untuk bisa membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di Sunter, Jakarta Utara. Nantinya Pemprob bakal bekerjasama dengan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro dan juga Fortum Power dan Heat Oty, yakni sebuah perusahaan listrik milik dari pemerintah Finlandia.

“Sampah-sampah yang selama ini merepotkan kita menjadi sebuah solusi energy dan juga pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah,” ungkap Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota saat ditemui pada hari Kamis, 14 Desember 2017 lalu.

Kapasitas sampah yang mana diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI pasalnya nanti bisa mencapai sebesar 2.000 sampai degan 2.200 ton per harinya atau kisaran 30 % dari total sampah yang sudah dihasilkan oleh DKI, yakni sekitar 7.000 ton. “Kami juga mendorong ini supaya bisa diakselerasi dan juga ditindaklanjuti sehingga bisa secara cepat dan efisien mengatasi masalah sampah yang mana menjadi sumbangsih energy terbaru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan juga menggerakkan ekonomi togel terpercaya di Sunter,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *