Tembak Mati Istri Karena ‘Perintah’, Dokter Helmi Terancam 20 Tahun Penjara

Kasus kematian dokter Letty Sultri di Klinik Azzahra Medical Centre, kawasan Cawang hari Kamis (9/11) sore memang membuat publik terhenyak. Tak lain karena Letty tewas karena enam kali tembakan senjata api oleh dokter Ryan Helmi yang juga suaminya pada pukul 14.30 WIB.Setelah menembak mati sang istri, Helmi langsung menyerahkan diri ke polisi bersama dua pucuk pistol jenis Revolver dan Makarov.

 

Dilansir Detik, pria yang pernah tercatat sebagai dokter spesialis kulit dan kecantikan itu menyerahkan dirinya sendiri ke kepolisian sambil menumpang ojek online usai membunuh Letty. Atas aksi kejamnya ini, Helmi pun terancam hukuman maksimal enam tahun penjara. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Helmi terjerat pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.

 

Salah satu saksi mata yang juga karyawati klinik dengan inisial F membenarkan kejadian mengerikan itu. Saat peristiwa terjadi, F hanya bisa bersembunyi di bawah meja ruang administrasi yang dikunci Letty. Helmi sendiri menembaki korban dari lubang kaca di ruangan itu. F sendiri kini mengalami trauma berat sehingga proses penyelidikan Togel hongkong harus melewati psikiater.

 

Dokter Helmi Sebut Istrinya Akan Reinkarnasi

 

Kepada pihak polisi, Helmi mengakui bahwa dirinya membunuh Letty karena bisikan misterius. Setelah melakukan tes urine, Helmi positif mengonsumsi benzodiazephine, sebuah obat psikoaktif untuk mengatasi gangguan psikologi seperti gangguan kecemasan (anxiaty disorder) dan insomnia. Dokter berusia 41 tahun itu juga mengaku mengonsumsi obat penenang Alganax sesuai resep dokter.

 

Dalam temu media di Mapolda Metro Jaya hari Jumat (10/11), Helmi jujur kepada wartawan mengenai alasan dirinya menembak Letty karena sebuah perintah, “Karena perintah. Jiwa Letty akan datang ke tubuh yang lain. Aku mau ngejar dia,” jelas pria yang sudah lima tahun menjadi suami Letty itu sambil terus menutupi wajahnya.

 

Alasan Helmi mengonsumsi obat penenang pun diungkapkan kepolisian karena dirinya merasa depresi dan stres lantaran Letty hendak menggugat cerai yang pada Sabtu (18/11) ini adalah puturan terakhir dari Pengadilan Agama. Namun kepolisian belum bisa memastikan apakah aksi penembakan yang dilakukan Helmi itu terpengaruh obat atau tidak.

 

Helmi Banyak Lakukan KDRT dan Sosok Pemalas

 

Selama penyelidikan, kepolisian pun menemukan ‘catatan hitam’ Helmi di mana dirinya pernah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Letty. Helmi juga dipecat dari Klinik Amalia karena kasus pemerkosaan karyawan yang tidak dilaporkan ke kepolisian. Keluarga besar Letty membongkar kalau tersangka sudah membawa kabur mobil Avanza milik korban.

 

Mereka pun menduga kalau Helmi menjual mobil itu demi membeli dua senjata api dengan total 45 juta rupiah. Dua tahun tak bekerja diakui Helmi karena dirinya sudah tak nyaman dengan profesinya sebagai dokter. Namun saudara Letty, Afifi Bahtiar, menyebut kalau Helmi adalah sosok pemalas. “Dia ternyata serabutan dan sering pindah kerja. Suaminya ini malas, kerjaannya di rumah terus dan yang bantuin kerja itu Letty. Mereka berdua tinggal di kontrakan.”

 

Sementara itu mengenai KDRT yang dialami Letty, adik dari korban yakni Maya Safira membenarkan kalau kakaknya selama hidup sering mengalami sejumlah luka karena perilaku kasar Helmi. “Kakak saya nelpon saya diam-diam, ngasih tahu kalau dia dipukul, ditarik mau dibakar. Saya sudah khawatir. Apalagi Helmi pernah mau mukulin ibu saya dan saya pikir dia ini udah nggak bener.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *