Ini Alasannya Kahiyang Ayu Diberikan Nama Marga

Beberapa hari ini perhatian masyarakat Indonesia kembali tersedot saat putri tunggal presiden Jokowi melaksanakan pesta adat pernikahannya dengan adat Batak, termasuk upacara tradisional untuk menyematkan marga kepada Kahiyang Ayu. Menurut  H. Pandapotan Nasution SH yang  memiliki gelar Patuan  Kumala Pandapotan, salah satu alasan pemberian marga kepada Kahiyang ini karena mempelai wanita adalah seorang Putri Solo yang tak mengenal marga togel hongkong dalam adat Jawa.  Ini sebagaimana yang dikutip dari Buku Saku Perkawinan Bobby – Kahiyang Ayu yang ditulisnya.

 

Masih menurut  Pandapotan, salah satu acara penting dalam pernikahan adat pada tradisi Mandailing adalah bila seorang pengantin wanita belum memiliki marga maka ia harus diberikan marga, selain memang ada beberapa alasan adat lainnya mengapa upacara ini harus dilaksanakan. Selain merupakan pernikahan  antar etnik, pemberikan marga juga bertujuan untuk menjelaskan keturunan, tindakan penghormatan, pengabdian, serta jasa.

 

Untuk itu Kahiyang Ayu diberikan nama marga Siregar karena inilah marga Ibunda Bobby yang merupakan namboru Kahiyang atau ibu mertua. Jadi proses pemberian nama ini juga untuk menjelaskan kedudukan Kahiyang dalam lembaga adat Dalian Na Tolu dan martutur. Inilah  mengapa upacara pemberian marga ini digelar di rumah Doli Sinomba Siregar yang merupakan tulang atau paman dari Ibunda Bobby. Pandapotan menjelaskan bahwa inti dari acara ini adalah pihak keluarga inti Bobby meminta kepada  keluarga besar pihak Ibunda Bobby yang bermarga Siregar untuk berkenan memberikan marga tersebut kepada istrinya.

 

Setelah menggelar acara siding adat di Medan Sumatera Utara, Kahiyang Ayu pun resmi memiliki marga Boru Siregar dan didaulat untuk menari tor-tor. Tarian tersebut mempunyai arti penanda selesainya acara pemberian marga atau penabalan marga untuk dirinya. Dengan menyandang nama tersebut kelak Kahiyang juga berhak turut mengambil bagian pada acara-acara adat. Pada sidang yang berlangsung selama sekitar 2 jam tersebut menyetujui bahwa Kahiyang Ayu telah menjadi bagian dari silsilah Siregar asal Parupuk Padang Bolak. Keputusan sidang tersebut dikuatkan dengan pemberian surat sertifikat yang ditandatangani oleh  ketua majelis adat penabalan marga bergelar Raja Panusunan Bulung dengan saksi-saksi  para sesepuh marga dari kawasan Tapanuli bagian selatan ini.

 

Makna penyembelihan kerbau pada pesta adat Mandailing

Dalam rangkaian acara pernikahan secara adat antara Kahiyang Ayu dan Bobby  Nasution di Medan, sebanyak 19 ekor kerbau turut dipotong sebagai bagian dari tradisi. Makna dari tradisi ini adalah tanda kasih baik dari perorangan atau kelompok  yang telah menjadi kebiasaan masyarakat adat  bila ada warganya yang menggelar hajatan.

 

Penyembelihan tersebut diadakan di lapangan dekat kediaman keluarga mempelai pria di Bukit Hijau Regency sambil disaksikan para tetua adat termasuk cukup menarik perhatian masyarakat. Ternyata cara penyembelihan hewan ini pun tak boleh dilakukan sembarangan. Kerbau adalah hewan korban yang merupakan penanda akan diselenggarakan pesta adat besar dengan tamu lebih  dari 100 raja di Tapanuli Selatan. Seusai  disembelih daging kerbau tersebut akan diolah serta disajikan sebagai hidangan dalam rangkaian ritual adat.

 

Kemeriahan pesta adat tersebut benar-benar terasa di kediaman keluarga besar Bobby Nasution termasuk penyambutan kedatangan rombongan tamu dengan alat music khas Mandailing yang disebut gordang sambilan. Turut terlibat pula Menko Perekonomian Darmin Nasution sebagai tuan rumah atau suhut. Pada posisinya tersebut Darmin turut bergabung menabung gordang sambilan tersebut. Selain itu para raja kawasan Tapanuli Selatan serta tetua adat juga turut memberikan sambutan dengan bahasa daerah Mandailing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *